Selasa, 01 Maret 2011

Kiat menghadapi hari pertama sekolah 'first day school'


First Day School
Which one is yours?
p  Sudah memiliki kelompok sendiri dan ngobrol dengan teman-temannya tentang liburan sekolah mereka.
p  Terlihat diam saja dan memperhatikan sekelilingnya.
p  mengamati anak-anak yang lain dan terlihat ingin berkenalan.
p  tampak malu-malu dan menempel pada orangtuanya sebelum bel sekolah berbunyi.
p  sudah menangis meraung-raung dan ingin pulang bersama orangtuanya atau tidak mengijinkan orangtuanya meninggalkan mereka.
Transition Period
Baru
Asing
Tidak nyaman

How to talk
p  "gitu aja masa nggak berani" atau "ga usah takut. Nanti kamu kan dapat teman baru dan guru baru. Pasti menyenangkan deh".
p   "kamu takut ya. Tidak apa-apa kalo kamu merasa takut, karena ini adalah hal yang baru bagi kamu" atau "memang menyeramkan ya menghadapi sesuatu yang kita tidak tahu/ belum pernah hadapi sebelumnya".
Steps to make them comfort…
p  mengunjungi sekolah. Dalam perjalanan anda bisa menjelaskan tempat-tempat yang dilalui sehingga ia mengenali bagaimana cara mencapai ke sekolahnya. memperkenalkannya pada guru mengenalkannya pada lingkungan sekolah dengan memberitahukan letak-letak ruangan di sekolah tersebut dan menunjukkan ruang kelasnya.
p  membahas apa yang dirasakan. mengenali perasaannya sendiri, anak akan merasa lebih siap dengan apa yang akan dialaminya.
p  menenangkan perasaannya. memberikan perhatian penuh dan mendengarkan apa yang ia ungkapkan.
p  mengkonfirmasi perasaan-perasaan apa yang ia rasakan.
p  penguatan (encouragement) dan wajar. memberanikan anak anda untuk menghadapinya dengan mengatakan bahwa anda menyayanginya dan mendukungnya. Anda bisa ungkapkan bahwa anda akan ada di sisinya ketika ia membutuhkan anda, sekalipun bukan dengan cara duduk di sebelahnya di dalam kelas.
p  berdoa kepada Tuhan.

Kamis, 24 Februari 2011

Peran dongeng dalam melejitkan kecerdasan anak

APA POTENSI KECERDASAN ITU?
IQ = Intelegence Quotient
EQ =Kecerdasan Emosi
SQ= Kecerdasan spiritual
Dr.Howard Gardner,beliau tidak memandang kecerdasan seseorang berdasarkan skor standar semata melainkan:
  1. Kemampuan untuk menyelesaikan masalah
  2. Kemampuan untuk menghasilkan persoalan baru untuk diselesaikan.
  3. Kemampuan untuk menciptakan sesuatu/memberikan penghargaan dalam  budaya.
MULTIPLE INTELEGENCES
Dr.Howard Gardner
1.KECERDASAN LINGUISTIK (BAHASA)
-Mengajak anak bicara,Membacakan cerita,Bermain huruf dan angka, Merangkai cerita, Berdiskusi, Bermain peran,dan Mendengarkan lagu anak-anak.
2.KERDASAN LOGIKA/MATEMATIK
-Mengenal bentuk geometri, Menyelesaikan puzzle, Pengenalan pola,Eksperimen di alam, Menggambar dan membaca.
3.KECERDASAN VISUAL-SPASIAL
-Menggambar dan melukis,Membuat kerajinan tangan, Mengunjungi berbagai tempat,Melakukan permainan konstruktif dan kreatif, Mengatur dan Merancang.
4.KECERDASAN BODILY/KINESTHETIC
-Bermain peran, Menari,, Gerakan tangan, Drama,Latihan fisik,Pantomim dan Berbagai olah raga.
5.KECERDASAN MUSICAL
-          Menyanyi atau memutar lagu,Latihan ritme,Belajar bersenandung,Melakukan gerak berirama,Mendengarkan musik bersama, Menggambar dengan musik, Membuat alat musik.
6.KECERDASAN INTERPERSONAL.
-Menetapkan aturan tl, Memberikan kesempatan bertanggung jawab dirumah, Bersama-sama menyelesaikan konflik,Melakukan kegiatan sosial dilingkungan, menumbuhkan sikap ramah, dan menghargai perbedaan pendapat.
7.KECERDASAN INTAPERSONAL
-Menciptakan citra diri positif, Berbincang dengan anak mengenai kelebihan dan kekurangan, Mengajak be-rimajinasi jadi sutau tokoh cerita dll.
8 KECERDASAN NATURALIS
-Belajar dari binatang kesayangan, Melihat tanaman tumbuh tanpa tanah, Belajar dari kupu-kupu, Belajar dari pepohonan, Belajar dari awan,belajar dari bunga dll.
Pengertian Dongeng
  Kata Dongeng berarti cerita rekaan/tidak nyata/fiksi, seperti: fabel (binatang dan benda mati), sage (cerita petualangan), hikayat (cerita rakyat), legenda (asal usul), mythe (dewa-dewi, peri, roh halus), ephos (cerita besar; Mahabharata, Ramayana, saur sepuh, tutur tinular). Jadi kesimpulannya adalah “Dongeng adalah cerita, namun cerita belum tentu dongeng”.
Teknik Mendongeng
  Pemilihan tema dan judul
a. sampai pada usia 4 tahun, anak menyukai dongeng fabel dan horor, seperti: Si wortel, Tomat yang Hebat, Anak ayam yang Manja, kambing Gunung dan Kambing Gibas, anak nakal tersesat di hutan rimba, cerita nenek sihir, orang jahat, raksasa yang menyeramkan dan sebagainya.
b. Pada usia 4-8 tahun, anak-anak menyukai dongeng jenaka, tokoh pahlawan/hero dan kisah tentang kecerdikan, seperti; Perjalanan ke planet Biru, Robot pintar, Anak yang rakus dan sebagainya
c. Pada usia 8-12 tahun, anak-anak menyukai dongeng petualangan fantastis rasional (sage), seperti: Persahabatan si Pintar dan si Pikun, Karni Juara menyanyi dan sebagainya
  Waktu Penyajian
  1. Sampai usia 4 tahun, waktu cerita hingga 7 menit
  2. b. Usia 4-8 tahun, waktu cerita hingga 10 -15 menit
  3. c. Usia 8-12 tahun, waktu cerita hingga 25 menit
           
            Namun tidak menutup kemungkinan waktu bercerita menjadi lebih panjang, apabila tingkat konsentrasi dan daya tangkap anak dirangsang oleh penampilan pencerita yang sangat baik, atraktif, komunikatif dan humoris.
  Suasana (situasi dan kondisi)
           
            Suasana disesuaikan dengan acara/peristiwa yang sedang atau akan berlangsung
CHILDREN LEARN WHAT THEY LIVE
Anak – anak Belajar dari apa yang meraka
Alami Dalam Kehidupan Ini
(Dorothy Law Nolte)

Jika anak dibesarkan dengan kritikan
Mereka akan belajar mengecam
Jika anak dibesarkan dengan permusuhan
Mereka akan belajar berkelahi
Jika dibesarkan dengan rasa takut
Mereka akan belajar menjadi penakut
Jika anak dibesarkan dengan belas kasihan
Mereka akan belajar untuk selalu menyesali diri
Jika anak dibesarkan dengan ejekan
Mereka akan belajar menjadi anak yang pemalu
Jika anak dibesarkan dengan keirihatian
Mereka akan belajar untuk selalu cemburu
Jika anak dibesarkan dengan rasa malu
Mereka akan belajar untuk merasa bersalah
Jika anak dibesarkan dengan dorongan
Mereka akan belajar untuk percaya diri
Jika anak dibesarkan dengan sikap toleransi
Mereka akan belajar bersabar